Kata Kata Motivasi Amanah Dan Dapat Dipercaya

Kata Kata Motivasi Amanah Dan Dapat Dipercaya - Amanah merupakan suatu kepercayaan yang diberikan oleh seseorang tanpa dengan keraguan sedikitpun telah disepakati secara bersama dan secara berkelompok. Dengan tujuan, dapat menjaga dan memegang amanah itu dengan sebaik-baiknya tanpa menyalahgunakan sedikitpun kepercayaan yang telah diberikan selama ini.
Kata Kata Motivasi Amanah Dan Dapat Dipercaya

Maka dari itu, admin akan membagikan artikel yang akan menjadi renungan dan bisa jadi juga menjadi sebuah pembelajaran buat kita sekalian. Dimana artikel pada kali ini, akan membahas tentang Kata Kata Motivasi Amanah Dan Dapat Dipercaya. Untuk lebih lengkapnya, baca artikel mengenai Kata Kata Motivasi Percaya Diri Sebagai Motivasi Hidup.
Ingat! Kepercayaan dan amanah adalah satu paket. Karena tanpa kepercayaan dan amanah, anda tidak akan pernah berhasil dalam menjalankan suatu tugas atau misi tertentu. Maka dari itu, mulai dari sekarang berusahalah menjadi orang yang amanah dan dapat dipercaya oleh banyak orang. Dengan hal demkikian, anda akan menjadi orang yang dihormati, disegani dan yang paling utama adalah kebahagiaan hakiki yang akan anda dapatkan.
Rahasi sukses dalam memimpin suatu kelompok atau memegang suatu kekuasaan serta pangkat dan jabatan adalah bersifat amanahlah dan jangan pernah sedikitpun mengotori amanah kepercayaan itu, dengan berbohong dan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan apa seharusnya anda perbuat. Kapan anda tidak berlaku amanah, maka kehancuranlah yang akan anda alami dalam hidup ini.
Ketika anda telah dipercaya dan diberikan amanah, maka gunakanlah amanah itu sesuai dengan apa yang seharusnya anda lakukan. Insya Allah, jika anda berjalan pada jalan kebenaran. Maka amanah itu, akan mudah anda lakukan dalam kehidupan bermasyarakat ini.
Kepercayaan dan amanah itu adalah dua sisi yang sangat penting kita miliki sebagai manusia. Karena tanpa kedua itu, kita tidak akan pernah merasa tenang hidup dalam bermasyarakat. Jika kepercayaan dan amanah itu tidak sama sekali kita miliki. 
Jika anda diberikan amanah dan kepercayaan. Maka jagalah itu sebaik-baiknya, karena kesempatan dua tidak akan sama persis dengan kesempatan pertama. Jadi, berusahalah menggunakan amanah dan kepercayaan itu, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh banyak orang. 
Jangan sekali-kali anda menyalahgunakan amanah itu, karena orang tidak akan pernah percaya kepada anda untuk yang kedua kalinya. Jadi berhati-hatilah dalam mengembang suatu amanah apapun itu. 
Jadilah orang yang terpercaya, niscaya anda akan diberikan amanah yang tak pernah selama ini, anda bayangkan sama sekali. Maka dari itu, mulai dari sekarang lakukanlah yang terbaik. 
Mulai dari saat ini, berusahalah menanamkan dalam diri anda sifat amanah dan dapat dipercaya. Karena kesemua itu, akan membantu untuk menjadikan hidup anda menjadi lebih baik dan lebih berharga dimasa yang mendatang.  
Jangan pernah berhenti untuk menjadi orang yang tak terpercaya. Karena hanya orang pilihanlah saja yang diberikan amanah dan kepercayaan. 
Orang yang amanah dan dapat dipercaya adalah mereka yang sedikit bicaranya. Tapi dibailik itu, mereka membuktikan bukti yang nyata dan bukan hanya sekedar lelucon atau banyak biacara saja. 

Ciri-Ciri Orang Munafik

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat” (Hadits Shahih Bukhari ke-33)

Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai ciri-ciri orang munafik. Pada orang munafik minimal ada satu ciri, sedangkan munafik tulen memiliki ketiga-tiganya. Ketiga ciri tersebut adalah:
  1. Bila berbicara selalu bohong. Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.
  2. Bila berjanji, tidak ditepati Orang munafik sulit untuk dipercayai perkataan dan perbuatannya
  3. Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat. Orang munafik sulit diberikan kepercayaan. Setiap kali kepercayaan yang diberikan tidak dapat dia jaga dengan baik.
Rasulullah Saw berkata : “ Innamal a’malu bi niyyat “. Segala perbuatan itu tergantung  pada niatnya, Berkaitan dengan niat tadi maka akibatnya  ada dua type pemimpin  didunia ini,
  1. Pemimpin yang amanah
  2. Pemimpin yang dzolim

Pemimpin yang  amanah tanda tandanya  antara lain :

  1. Ia senatiasa dicintai rakyatnya, karena ia selalu mementingkan kepentingan  rakyatnya lebih dahulu dari pada kepentingan pribadi atau golongannya. Pemimpin yang demikian ini bukan orang yang mencari untung  dengan ambil kesempatan untuk  memperkaya  diri sendiri dalam waktu yang cepat.  Pemimpin yang demikian ini malah berani menanggung rugi, wani torog.
  2. Seorang pemimpin yang amanah tidak ingin mengekalkan jabatannya, tidak ingin berkuasa selamanya, ia siap setiap saat untuk diganti meskipun dia masih mampu memimpin. Saya punya teman seorang camat di Surabaya ini, saya dengar dia itu camat yang cakap ketika menjelang pensiun MPP dia masih diminta walikota untuk menjabat sekali lagi, tetapi ia menolak dan memilih pensiun saja. Ketika saya ketemu beliau saya tanya : “ Katanya pak wali  masih minta Bapak jadi camat lagi kenapa mesti ditolak”. Apa jawabannya ? katanya : “ Kasihan masih banyak yang  ngantri “.
  3. Seorang pemimpin yang amanah memberikan rasa aman dan nyaman kepada yang dipimpinnya, rakyatnya merasakan hidup dinegeri ini enak murah sandang, murah pangan, bisa memiliki papan sendiri biarpun tidak besar asal tidak ngontrak terus. Lain lagi dengan pemimpin yang dzolim.

Sedangkan  pemimpin yang dzolim tanda tandanya  antara lain :

  1. Ia dibenci oleh rakyatnya,  karena ia pasti lebih mementingkan kepentingan pribadi keluarga dan golongannya tanpa mau peduli keadaan rakyat yang dipimpinnya. Ia membangkitkan budaya hedoisme atas kroninya dengan membiarkan korupsi tumbuh dimana mana. Oleh sebab itu kepada para pemimpin yang dzolim janganlah kalian bersenang senang dulu atas kedudukanmu, kalau tujuanmu menjadi seorang pemimpin semata mata  karena ingin cepat kaya, maka aku ingatkan engkau, kerena ketika engkau mati kelak  harta yang engkau himpun dengan susah payah tidak lah berguna, engkau akan menanggung beban yang berat. Rasulullah mengingatkan kita pada yaumil qisab kelak setiap manusia tidaklah akan beranjak kakinya dari tempatnya ia berdiri, sebelum ia dimasukkan  surga atau neraka melainkan ia akan ditanya dari mana hartamu engkau dapatkan dan bagaimana hartamu engkau habiskan. Kalau engkau dapatkan hartamu dengan cara yang halal niscaya surgalah tempat kembalimu sebaliknya kalau engkau dapatkan dengan cara yang haram neraka itulah yang menjadi pilihanmu. 
  2. Pejabat yang dzolim umumnya berusaha mengekalkan jabatannya, kalau bisa seumur hidup, kalau bisa anak keturunannya saja yang meneruskan jabatannya  “nggak ngliyo” kata orang jawa. Banyak contohnya mungkin kita masih ingat pemilihan ketua umum PSSI yang mati matian ingin bertahan menjadi pemimpin PSSI meskipun rakyat sudah tidak menghendakinya. Menjadi pemimpin harusnya legowo harusnya ing ngarso sun tulodho, menjadi suri tauladan seperti Rasulullah. Jangan sumum bukmum umyun, jangan karena ingin menjabat terus sehingga hatinya buta, bisu tuli. Semua orang tahu menjadi pemimpin itu memang menyenangkan karena hidup penuh dengan segala fasilitas tapi ingatlah jabatan itu hakekatnya amanat yang diberikan oleh rakyat janganlah disalah gunakan.
  3. Karena merasa yang paling berkuasa maka ketika memimpin ia merupakan tiran yang bengis tidak memberikan rasa aman namun sebaliknya menimbulkan rasa takut, ia tidak memiliki belas kasihan, ia tega menindas rakyatnya sendiri, siapa yang membangkang perintahnya maka akan dihilangkan dari muka bumi. Pemimpin yang demikian ini akan digulingkan oleh rakyatnya sendiri,  tunggu saja saat kehancurannya,
Disamping itu Rasulullah mengingatkan kita bahwa menjadi pemimpin itu tanggung jawabnya berat oleh sebab itu selain meluruskan niat pada awalnya ada satu  syarat lagi yang tidak kalah penting yaitu janganlah kita kepingin jadi pemimipin, melainkan kalau kita diminta. Untuk menjadi pemimpin yang baik itu tidak mudah, ada banyak syarat dan ketentuannya selain  jujur,  disiplin, amanah, adil, arif dan bijaksana. Ada syarat khusus atau yang lebih utama dari semua itu yaitu harus bisa memimpin diri sendiri’. Jadi jangan coba coba berupaya untuk menjadi pemimpin kalau kita belum bisa memimpin diri kita sendiri, karena dijamin tidak akan sukses.

Pemimpin yang  baik adalah tidak menutup telinga untuk menerima saran atau nasehat orang lain dan tidak alergi terhadap kritik. Salah satu contohnya adalah Umar bin Khatab, beliau ini adalah seorang pemimpin yang tidak alergi terhadap kritik, bahkan ketika Umar bin Khatab dilantik menjadi pemimpin hal yang pertama kali disampaikan  dalam pidatonya adalah supaya dia senantiasa diingatkan ‘dikritik’ apabila berbuat kesalahan disaat memimpin. Terhadap baitul mal (kas negara ) dia sangat hati hati dalam menggunakan, nggak seperti kebanyakan pejabat sekarang menggunakan uang negara seperti uang sendiri. Pernah suatu saat teman beliau menasehati agar beliau meminjam uang baitul mal untuk membeli baju, karena baju yang dikenakan Umar sudah tidak layak pakai, Apa jawab Umar ? Beliau tidak mau, beliau takut iya kalau umurnya masih panjang, kalau besok mati siapa yang membayar utangnya. Terhadap keluarga beliau mengingatkan tidak ada keistimewaan bagi mereka, Umar mengatakan andaikata ada keluarganya yang mencuri niscaya tangan mereka akan dipotongnya. Mudah mudahan Umar bin khatab bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang sedang menjadi pemimpin umat ini untuk menjadi pemimpin yang baik. Allahuma Aamiin.

Sebelum admin mengakhiri artikel diatas, sebaiknya anda membaca artikel ata Kata Motivasi Buat Pelajar Yang Suka Pacaran Menyalahgunakan Amanah Dan Kepercayaan Kedua Orang Tuanya. Semoga bermanfaat dan dengan adanya postingan kali ini, anda semakin menjadi orang yang amanah dan dapat dipercaya serta dapat mengikuti sunnah Nabiyullah kita Nabi Muhammad Saw. Aamiin. 

0 Response to "Kata Kata Motivasi Amanah Dan Dapat Dipercaya"

Posting Komentar